Macam-macam Jenis Jamur


Kelezatan jamur sudah banyak yang tahu, selain mudah disulap menjadi berbagai macam olahan, jamur juga merupakan hidangan favorit kaum vegetaris.

Bak jamur dimusim hujan, akhir-akhir ini berbagai jenis jamur banyak dijual di pasaran. Baik dalam keadaan segar maupun kering. Jamur makin disuka karena kandungan gizinya yang tinggi dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Lalu, dari sekian banyak kerabat jamur, jenis manakah yang paling lezat disajikan di meja makan?

Jamur merang: 

Warna tudungnya ada beberapa macam, antara lain putih bersih, abu-abu dan hitam tergantung pada bibitnya dan cara budidayanya. Paling enak jamur ini dimasak ketika tudungnya belum mekar

Jamur champignon:
Di sini dikenal dengan nama jamur kancing. Termasuk dalam jenis jamur bunga putih. Jamur jenis ini dibudidayakan khusus di daerah beriklim sejuk. Biasanya dijual segar atau dalam kaleng. Selain itu, jamur ini juga dapat diawetkan dengan cara dikeringkan untuk tepung jamur atau keripik jamur.

Jamur kuping:
Dinamakan demikian karena bentuknya mirip daun telinga alias kuping. Teksturnya lunak dan lentur saat masih segar. Warna dan ukurannya bervariasi, tergantung jenisnya. Jamur kuping hitam (black jelly), berwarna agak kemerahan dan berukuran relatif lebar. Jamur kuping agar (white jelly), berwarna putih, ukurannya lebih kecil dan tipis. Lebih sering digunakan dalam masakan Cina.

Jamur tiram:
Biasanya disebut dengan oyster mushroom. Tangkai tudungnya tidak tepat di tengah dan tidak bulat benar, melainkan menyerupai cangkang tiram. Ukuran dan warna tudungnya pun bervariasi tergantung cara budidayanya, tergantung dari jenisnya. Jamur tiram putih (white oyster), warna tudungnya putih susu sampai putih kekuningan dan bergaris tengah 3-14 cm.  Jamur tiram abu-abu, warna tudungnya abu-abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dan lebarnya 6-14 cm.  Jamur tiram cokelat (tedokihiratake atau abalon), warna tudungnya keputihan atau sedikit keabuan sampai abu-abu kecokelatan dan berdiameter 5-12 cm. Jamur tiram pink (pink oyster atau sakura shimeji), disebut demikian karena tudungnya berwana kemerahan. Jamur tiram umumnya dijual dalam kemasan kaleng dan jarang sekali dijual dalam keadaan segar, karena jamur ini banyak mengandung air sehingga mudah busuk.

Jamur payung:
Dalam bahasa Jepang disebut shiitake, sedangkan dalam bahasa Cina disebut hioko. Di indonesia sendiri orang biasanya menyebutnya dengan nama jamur jengkol, hal ini karena bentuk dan aromanya seperti jengkol. Jamur ini berwarna kuning kecokelatan dengan tudung berdiameter 3-10 cm. Dalam keadaan segar jamur ini sedikit kenyal, tetapi setelah kering menjadi liat. Harganya relatif mahal karena selain rasanya enak jamur ini juga berkhasiat mengobati penyakit kanker dan hepatitis B. Biasanya dijual dalam keadaan segar dan kering.

Jamur morel:
Berjuluk rajanya jamur di kawasan Eropa, karena rasanya yang sangat enak. Banyak ditemukan pada saat musim semi dan awal musim gugur. Untuk mendapatkan kelezatan berlipat ganda, jamur ini harus dimasak dengan keahlian khusus. Banyak dijual dalam bentuk kering atau kalengan.

Jamur ling zhi:
Selain rasanya sangat enak jika dimasak sup, jamur ini juga berkhasiat mencegah dan mengobati penyakit influenza.

Jamur emas:
Golden mushroom ini sering juga disebut sebagai jamur kuritake. Jamur ini berbentuk ramping mirip dengan bentuk taoge.

Jamur boletus:

Jamur ini sangat terkenal di kawasan Eropa karena aroma, rasa dan kelezatannya yang khas, terutama ketika jamur ini masih muda.

Jamur nomeko:
Disebut juga dengan jamur kepala monyet. Meskipun berbulu, rasanya sangat enak. Di Indonesia, jamur ini tidak terlalu populer sehingga jarang ditemukan di pasaran.

Jamur black truffle:
Merupakan jamur hutan yang disebut juga black pearl atau black queen. Harganya sangat mahal dan sukar diperoleh. Sebab, jamur ini tumbuh di bawah permukaan tanah yaitu sedalam 10-30 cm.

Jamur cepe:
Batangnya menggelembung menyerupai batang pohon. Banyak dibudidayakan di negara Eropa. Jamur ini dapat dimakan mentah untuk salad dan sangat lezat dibuat campuran omelet.

About these ads

Posted on 21 November 2011, in Jamur and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Wah..makasih atas sharenya…sungguh jamur itu banyak manfaatnya…. Salam kenal Gan…

  2. Quality articles or reviews is the important to
    attract the viewers to go to see the website, that’s what this site is providing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: