Budidaya Jamur Merang (Volvariella Volvacea)


Deskripsi

Tubuh buah jamur merang yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Pada tubuh buah jamur yang dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna cokelat tua keabu-abuan, dengan bagian batang berwarna coklat muda. Panen biasanya dilakukan terhadap tubuh buah yang belum sepenuhnya berkembang (masih kuncup). Tubuh buah yang telah membuka payungnya pun masih bisa dikonsumsi, namun biasanya harga jualnya menurun.

Syarat Pertumbuhan

A. Iklim
Jamur memerlukan sinar matahari tetapi secara tidak langsung. Di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan matahari langsung dan gelap, b) Kelembaban ruangan optimal 85-95% yang harus dipertahankan dengan menyiram bagian lantai tanah, kumbung baik luar atau dalam, c) Suhu udara untuk pertumbuhan miselia adalah 30-38°C dengan suhu optimum pada 35°C.

B. Ketinggian tempat
Daerah dataran rendah sampai menengah sekitar 50-500 m dpl. Sentra produksi jamur merang di Indonesia terdapat di dataran Tinggi Dieng. Di negara-negara Asia yang membudidayakannya, jamur merang dijual dalam bentuk segar. Di daerah beriklim sejuk hanya tersedia jamur merang kalengan.

C. Media Tumbuh
Jamur merang dapat dibudidayakan dalam bangunan yang disebut kumbung. Pada perkembangan penelitian lebih lanjut ternyata diketahui bahwa jamur ini selain memilih merang dan jerami sebagai media alami utamanya juga dapat memberikan hasil produksi dan pertumbuhan yang baik pada limbah kapas maupun tebu. Jamur juga dapat tumbuh dengan baik di media olahan kardus bekas.

Pelatihan Teknis Budidaya

Kegiatan pelatihan teknis budidaya dimulai dari pembuatan media kultur hingga budidaya di lapangan. Pada budidaya jamur merang kebersihan merupakan faktor yang sangat penting, dalam mencapai keberhasilan. Proses budidaya pada prinsipnya meliputi beberapa tahapan, antara lain:

 Pembuatan Media Kultur
Media yang digunakan adalah PDA dengan bahan dasar Dextrose, Ekstrak kentang, ekstrak kecambah, agar dan aquades. Bahan media disterilkan selama 20-25 menit.

 Pembuatan F0
Kegiatan dilakukan dengan cara mengisolasi tubuh buah jamur merang yang masih segar. Media kultur yang dipergunakan adalah PDA dalam petridish. Kegiatan dilakukan secara aseptis. Inkubasi hasil inokulasi tersebut selama + 10 hari hingga miselium jamur dapat terlihat jelas dan cukup banyak.

 Pembuatan F1
Media limbah kapuk dan kapur diaduk dan diberi air secukupnya, kemudian difermentasi selama 21 hari dengan cara ditutup rapat. Setiap 7 hari media dibalik hingga 21 hari. Media merang difermentasi selama 10 hari dan diberi kapur dan dibasahi air secukupnya. Setelah media difermentasi semua, media diaduk sampai rata, kemudian difermentasi lagi selama 3 hari. Media yang sudah difermentasi dimasukan ke dalam botol. kemudian ditutup dengan kain majun / kapas dilapisi plastik dan diikat karet. Media yang sudah di botol disterilkan selama 8 jam (jika menggunakan drum). Media yang sudah steril didiamkan satu malam untuk didinginkan. Setelah dingin media siap diinokulasi bibit Fo -/+ 1 cm2 secara aseptis. Kemudian diinkubasikan pada suhu 300C selama 10 hari dan siap dipindah ke media F2.

 Pembuatan F2/F3
Media limbah kapuk diaduk dengan kapur kemudian dibasahi air secukupnya -/+ 50 %. Media difermentasikan selama 21 hari. Setiap 7 hari media di balik dan di tutup lagi. Media merang, kapur, pupuk kuda, gula putih, tepung jagung, dedak kemudian dicampur dan diberi air secukupnya. Media merang difermentasi selama 11 hari setelah 7 hari media dibalik. Setelah media keduanya difermentasi, dicampur dan diaduk sampai rata. Masukan ke dalam log plastic ukuran ¼ kg. Media dalam log dipadatkan agar tidak tercecer pada saat pemindahan, Media log ditutup dengan kapas. Media disterilkan selama 8 jam pada suhu 1000 (jika menggunakan drum). Media didinginkan selama satu malam. Media yang sudah dingin dapat diinokulasi F1 sebanyak -/+ 5-10 gram. Media dan kemudian diinkubasi selama 10 hari pada suhu 300C.

 Pembuatan media tanam jamur bagian atas
Ampas aren, pupuk kuda dicampur dengan kapur sebanyak 5 kg diaduk sampai rata Kemudian disirami dengan air. Media yang sudah disiram ditutup rapat dengan plastik atau terpal dan diamkan selama 7-30 hari. Media yang sudah di permentasi dilakukan pembalikan dengan menambahkan dedak sebanyak 50-75 kg dan di aduk sampai merata. Kemudian disiram lagidengan air + 20-30 liter.Kemudian media ditutup kembali dan didiamkan selama tiga hari.

 Pembuatan media jerami (media tanam jamur bagian bawah)
Jerami yang sudah kering dicelupkan ke air selama + 15-20 menit. Jerami yang sudah dicelup diangkat dibuat tumpukan setebal + 5 cm, kemudian media ditaburi kapur sampai tumpukan berikutnya. Media yang sudah diberi kapur ditutup rapat dengan plastik hitam atau terpal dan didiamkan selama 7 hari. Media yang sudah di permentasi selama 7 hari dilakukan pembalikan dengan menambahkan dedak ditaburkan merata ke seluruh jerami dan dibuat tumpukan-tumpukan sampai tumpukan selanjutnya. Media yang sudah dibalik ditutup kembali selama + 3-4 hari.

 Penyusunan /penyimpan media ke rak-rak
Media jerami yang sudah difermentasi disimpan di rak-rak setebal 40-50 cm. Media atas yaitu media ampas aren atau limbah tekstil yang sudah difermentasi ditaburkan di atas jerami dengan ketebalan + 3-5 cm. Media yang sudah dipasang di rak disiram lagi dengan air.

 Sterilisasi media
Media yang sudah dipasang di rak disterilisasi dengan penguapan selama 8-10 jam sampai suhu mencapai 70-800C. Media kumbung yang sudah disterilisasi didiamkan/didinginkan selama 1 hari.

 Penaburan bibit jamur
Bibit log sebanyak 60-70 log dihaluskan/dicincang kecil-kecil untuk memudahkan penaburan. Bibit ditaburkan di bagian atas media dan bawah rak sampai rata.

 Pemeliharaan
Media yang sudah diberi bibit kumbung ditutup rapat selama 3 hari. Suhu dan kelembaban harus tetap terjaga. Penyiraman dengan air dicampur gula putih secukupnya, dilakukan setelah umur 3 hari setelah inokulasi bibit. Kumbung ditutup kembali dan dilakukan pengontrolan suhu dan kelembaban sampai mencapai umur 10 hari setelah inokulasi pada panen pertama. Penyiraman berikutnya dilakukan per periode masa tumbuh miselium jamur.

 Gangguan Hama dan Penyakit
Hama: Hama yang menyerang jamur biasanya lalat atau nyamuk kecil dan tikus. Pencegahan bisa dengan cara mekanik dan bisa menggunakan obat nyamuk, b) Penyakit: Patogen yang biasanya menyerang adalah jamur oncom, dan juga jamur liar lainnya. Pemilihan bahan yang baik dan sanitasi adalah kunci utama keberhasilan.

Panen dan pasca panen

a). Panen jamur merang dilakukan setelah 9-10 hari setelah inokulasi dan panen berikutnya dilakukan tiap hari sampai umur 25-40 hari habis masa panen.

b). Cara panen :
*) Pengambilan dilakukan bisa 2 kali sehari antara jam 1 malam atau jam 7 pagi dengan memetik jamur yang belum mekar dan sudah cukup panen, *) Dalam pemetikan jamur harus hati-hati jangan sampai jamur yang masih kecil terbawa, *) Penyortiran dipisahkan jamur yang sudah mekar dan yang belum, kotoran yang menempel di jamur dibersihkan, *) Keranjang untuk penyimpanan dilapisi daun pisang dan ditutup daun pisang supaya jamur dapat tetap segar.

Dapatkan artikel lengkapnya tentang Nikmatnya Budidaya Jamur Merang dan Cara Bisnisnya disini

About these ads

Posted on 30 November 2011, in Jamur and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Untuk ,menanam kalau pakai log {dlm Plastik} untuk jamur merang bisa tidak? Jadi membudidayakan jamur merang kita buat sama dg samur tiram,Bisa tidak ?

    • terimakasih sudah berkunjung di blog saya.
      Untuk jamur merang, sampai saat ini saya belum menemukan media tanam yang menggunakan log/baglog, karena media tanam jamur merang dg jamur tiram/shiitake/kuping itu berbeda. Kerapuhan merang itu sendiri yang tidak kuat dengan plastik yang akan menjadi busuk. Makanya pembudidayaannya dengan cara terbuka. Terimakasih semoga bermanfaat

  2. kolo membudidayakan jamur merang pakek media botol di isi serabut kayu bisa ngk?

    • Until jamur merang pake media botol sy belum mencobanya, tapi klo dilihat struktur botol sangat tdk mungkin utk bias tumbuh jamur, karena akan lebih banyak bakteri jamurnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: