Berinvestasi Tanpa Rencana Bisa Bahaya


Jangan gara-gara begitu semangatnya berinvestasi, seluruh dana yang dipunya dialokasikan secara membabi buta.

Atau yang semi-aktif seperti Saham. Hati-hati,  jika salah,  dana pesangon bisa habis dalam waktu cepat karena di-consume serampangan. Anda yg berada di kategori (1) harus lebih hati-hati.

Yang mendapatkan dana/pesangon adalah yg selama ini jadi tulang punggung penghasilan keluarga (main income, biasanya suami)

Alokasikan dana di investasi pasif (reksadana, atau surat berharga lainnya) sebesar 60% untuk mendapatkan pemasukan tambahan 3 bulanan, atau 6 bulanan atau 1 tahunan (berupa bagi hasil/deviden, margin, dll) plus dana cadangan (seperti emas/logam mulia/dinar)

Bagi yang belum punya sumber penghasilan lain

Alokasikan dana cash sebesar 3 – 12 bulan tunai untuk biaya hidup, tanpa merubah pola konsumsi (sama dg yg selama ini dijalani). 40% untuk merintis usaha (jika akan membuka usaha) 60% untuk investasi pasif untuk mendapatkan pemasukan tambahan

 Yang mendapatkan dana/pesangon adalah yg selama ini sifatnya side income
Asumsinya, dana dari pasangan Anda telah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga bulanan

Jika pola konsumsi tak berubah (kebutuhan dana telah tercukupi), alokasikan secara fleksibel :
25% utk investasi semi-aktif (saham misalnya)
25% untuk investasi pasif / dana cadangan (reksadana, emas, dll)

Disaring dari sumber :
http://www.endyjkurniawan.com

Posted on 1 Desember 2011, in Emas, Investasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: