Untuk Sukses Besar Kita Butuh Intervensi Allah (Part 2)


Sudah baca artikel Untuk Sukses Besar Kita Butuh Intervensi Allah (Part 1), nah di artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya.

Dimana di artikel sebelumnya menceritakan kisah tukang ojek mendapatkan rizki karena Intervensi Allah. Di artikel ini melanjutkan kisah yang kedua yaitu ada 3 (tiga) orang ibu sedang berbelanja di kawasan Tanah Abang untuk membeli sejumlah kerudung (baca : Jilbab). Setelah tidak kurang dari 2 (dua) jam memilih kerudung di sejumlah toko yang dikunjunginya, mereka bingung, kerudung mana yang harus dibeli, soalnya hampir di setiap toko menjual kerudung yang jenisnya sama dan harganya pun tidak jauh beda. Semuanya menawarkan diskon.

Setelah para ibu itu yang tampak pusing itu berunding dan membandingkan harga kerudung di beberapa toko yang mereka kunjungi – sebut saja toko Milik Abdul Mughni, Dadang, Joko dan Sanusi akhirnya ketiga wanita itu sepakat untuk membeli kerudung dari toko Abdul Mughni.

Yang ingin saya tanyakan sekarang, siapa yang “menggerakan” hati para ibu tersebut untuk memilih toko Abdul Mughni? Kenapa mereka tidak membeli dari toko Dadang, Joko dan Sanusi. Jawabannya, sangat jelas ALLAH SWT Sang Pembagi Rezeki (Ar Razzaq). Subhanallah.

Orang bisa saja berdalih, jika dia meninggalkan toko untuk Shalat Dzuhur dan sedikit berdo’a dengan asma’ul husna, misalnya, dirinya takut akan kehilangan pembeli selama beberapa menit. Anggapan ini sekilas tampak benar, tetapi jika ditanyakan siapa yang berkuasa membuka pintu rezeki? Jawabannya pasti ALLAH. Siapa pula yang menggerakan hati pembeli untuk mengatakan, “Ok, saya memutuskan untuk membeli dari toko ini”. Jawabannya adalah Allah Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Jika demikian, mengapa kita tidak memohon kepada Sang Pemilik Kunci (Al-Fattah) untuk membukakan pintu rezeki seluas-luasnya. Karena campur tangan Allah senantiasa berperan dalam setiap aktivitas kita, termasuk dalam proses berbisnis dan berusaha.

Dalam kedua cerita tersebut di atas menggambarkan bahwa ALLAH Maha Berkehendak (Al-Qadir) atas segala sesuatu. Kehendak-Nya, ditunjukan dengan cara-cara yang seringkali kita tidak sadari. Mari kita renungkan beberapa pertanyaan di bawah ini :

  • Bukankah setiap hari ribuan sales menawarkan beraneka produk baik asuransi, motor, dan lain sebagainya tapi hanya satu yang kita pilih?
  • Bukankah setiap hari tender dilakukan dengan belasan atau puluhan peserta tender, tapi hanya satu yang menjadi pemenang?
  • Bukankah berpuluh ribu calon mahasiswa yang mengikuti ujian beasiswa ke luar negeri, tapi hanya beberapa orang saja mendapat kesempatan? Begitulah jika Allah Berkehendak

Memaknai Allah Yang Maha Berkehendak tidak boleh disikapi dengan bermalas-malasan, atau menggantungkan begitu saja nasib kita kepada Allah tanpa berikhtiar. Justru, kita harus sungguh-sungguh berusaha dan berdo’a agar kesungguhan ini “menggerakan” kehendak Allah untuk mewujudkan harapan dan keinginan kita.

Sumber :
Buku : Sukses Besar dengan Intervensi Allah.
Penulis : DR. M. Syafii Antonio, M.Ec

Posted on 21 Desember 2011, in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: