Lezatnya Bisnis Jamur Shiitake, selezat jamurnya


Jamur shiitake (lentinula edodes) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang berasal dari negeri China. Meskipun begitu, jamur ini lebih terkenal di kalangan masyarakat luas sebagai jamur khas Jepang dengan sebutan “Shiitake”. Di kawasan Asia Timur, jamur shiitake banyak dibudidayakan di daerah Tiongkok, Korea dan Jepang.

Jamur shiitake dimanfaatkan para konsumen sebagai sumber pangan dan bahan obat. Seperti di Negara Jepang jamur ini biasa diolah menjadi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dijadikan sebagai keripik jamur dan berbagai jenis olahan jamur shiitake lainnya. Sedangkan di Negara Rusia, jamur shiitake biasanya dijadikan sebagai acar dan dijual dalam kemasan botol.

Jika dibandingkan dengan harga jamur konsumsi lainnya, jenis jamur shiitake memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Bahkan saat ini harga jamur shiitake segar di pasaran bisa mencapai Rp 30.000,00-Rp 70.000,00 per kilogramnya, dan untuk jamur shiitake kering bisa dijual dengan harga diatas Rp 100.000,00/kg. Sehingga tidak heran bila keuntungan yang didapatkan para pelaku usaha budidaya jamur shiitake bisa lebih besar daripada petani jamur lainnya.

Padahal jumlah petani jamur shiitake belumlah sebanyak petani jamur tiram ataupun jamur konsumsi lainnya. Kondisi ini tentu bisa Anda manfaatkan sebagai sebuah peluang untuk meraih untung besar dari bisnis budidaya jamur. Sehingga bisnis yang Anda jalankan bisa berjalan lancar dan omset yang Anda dapatkan bisa semakin besar.

Sedangkan strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan yaitu dengan memasarkan produk jamur shiitake ke pasar tradisional, menitipkannya ke supermarket, ataupun menjalin kerjasama dengan para pelaku bisnis kuliner yang membutuhkan jamur shiitake sebagai bahan utama masakan mereka.

Bagi Anda yang memasarkan jamur shiitake ke pasar tradisional, yang terpenting adalah sesuaikan harga jual produk Anda dengan target pasar yang biasanya berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Dan strategi yang ketiga adalah dengan menawarkan jamur shiitake kering kepada para pelaku bisnis kuliner. Strategi penjadwalan penting untuk dilakukan agar permintaan produk jamur shiitake bisa terus Anda penuhi setiap harinya.

Analisa Usaha Jamur Shiitake

Asumsi
– Kumbung jamur berukuran 6 m x 6 m x 3 m, lahan milik pribadi
– Membudidayakan 2.500 baglog dengan harga Rp 3.000,00/baglog
– Tingkat kehidupan jamur 90%
– Kapasitas produksi 0,3-0,5 kg/baglog
– Satu periode budidaya jamur selama 5-6 bulan
– Harga jamur shitake segar Rp 30.000,00/kg

Modal awal
Pembuatan kumbung                              Rp    2.500.000
Pembuatan rak budidaya                      Rp        750.000
Tangki dan sprayer                                  Rp         150.000
Blower                                                           Rp         175.000
Termometer dan hygrometer             Rp         100.000 +
Total                                                            Rp.   3.675.000

Peralatan dan perlengkapan mengalami penyusutan, dengan rincian sebagai berikut :
Kubung jamur (1/48 bulan x Rp 2.500.000,00)  Rp 52.100,00/bulan
Rak budidaya (1/48 bulan x Rp 750.000,00)       Rp 15.650,00/bulan
Tangki dan sprayer (1/36 bulan x Rp 150.000,00)   Rp  4.200,00/bulan
Blower (1/36 bulan x Rp 175.000,00)                     Rp  4.900,00/bulan
Termometer dan Higrometer (1/36 bl x Rp 100.000,00)       Rp  2.800,00/bulan+
Total penyusutan per bulan                                Rp 79.650,00/bulan

Biaya operasional satu periode
Baglog jamur @ Rp 3.000,00 x 2.500 baglog                 Rp 7.500.000,00
Biaya pemeliharaan dan panen                              Rp 2.000.000,00
Biaya penyusutan alat per bulan                           Rp    79.650,00 +

Total                                                     Rp 9.579.650,00

Omset satu periode
Produksi jamur :
2.500 baglog x 90% x 0,3 kg x Rp 30.000,00    Rp 20.250.000,00

Laba bersih per bulan
Laba bersih selama satu periode :

Rp 20.250.000,00 – Rp 9.579.650,00                   =    Rp 10.670.350,00
Laba bersih per bulan : Rp 10.670.350,00 : 5 bulan   =    Rp 2.134.100,00

TOI (Turn of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan)                 =      ± 2 bulan

Posted on 6 Februari 2012, in Jamur and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kami pny produk olahan jamur, tp blm ada olahan dari Shitake.. kaya’y asyik juga klo dicoba nanti.. salam yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: